Fenomena swabakar (spontaneous combustion) pada batubara merupakan salah satu permasalahan utama yang sering terjadi pada area stockpile, terutama akibat pengelolaan yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya swabakar serta mengevaluasi efektivitas penanganan menggunakan dua metode berbeda, yaitu metode injeksi kimia dan metode konvensional di PT. X. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab swabakar di stockpile adalah ketinggian timbunan yang melebihi standar (23 meter), sistem drainage yang tidak berfungsi dengan baik, serta kurangnya pengawasan terhadap suhu dan ukuran partikel batubara. Metode injeksi kimia terbukti lebih efektif dalam menurunkan suhu dan menghambat reaksi oksidasi batubara dibandingkan metode konvensional, karena bahan kimia dapat menembus hingga ke titik panas batubara. Sementara itu, metode konvensional seperti pembongkaran dan pemadatan ulang hanya bersifat sementara dan tidak mampu mencegah terulangnya swabakar. Dengan demikian, penerapan metode injeksi kimia yang terencana, disertai manajemen stockpile yang baik dan pemantauan suhu secara berkala, dapat menjadi solusi efektif dalam upaya pencegahan dan penanganan swabakar pada batubara di PT. X.
Copyrights © 2025