Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pengendalian persediaan bahan baku yang cocok di Bata Café, mengetahui jumlah persediaan bahan baku yang ekonomis, dan mengetahui total biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diolah adalah berupa laporan persediaan pembelian dan pemakaian bahan baku daging iga pada Bata Café pada tahun 2024. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode peramalan (Trend Moment), metode Economic Order Quantity (EOQ), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil penelitian menunjukkan frekuensi pemesanan menggunakan metode konvensional adalah 60 kali dengan Total Inventory Cost sebesar Rp. 10,681,800 sedangkan dengan metode Economic Order Quantity sebanyak 4 kali, dengan Total Inventory Cost Rp. 3.336.720 dengan Reorder Point 1.044 dan Safety Stock sebesar 175 pack dalam jangka waktu 3 bulan. Terjadi pengurangan frekuensi sebanyak 56 kali dan penghematan biaya Total Inventory Cost sebesar Rp. 7.345.080. Metode pengendalian persediaan bahan baku daging iga yang lebih cocok di Bata Café adalah metode Economic Order Quantity. Dengan menggunakan metode Economic Order Quantity perusahaan dapat mengurangi frekuensi pemesanan yang terlalu banyak. Metode Economic Order Quantity lebih efisien diterapkan pada perusahaan karena dapat mengurangi biaya pemesanan dan penyimpanan lebih besar.
Copyrights © 2025