Desa Lempuyang memiliki potensi pertanian dan perkebunan, khususnya pisang, namun masyarakat terutama pemuda mengalami keterbatasan soft skill dalam mengolah hasil panen menjadi produk bernilai jual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan keterampilan pemuda dan pemudi Desa Lempuyang melalui pelatihan dan pendampingan olahan pisang, komunikasi pemasaran, serta pemanfaatan media sosial. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, persiapan, pelatihan, dan monitoring-evaluasi. Hasil pre-test menunjukkan pemahaman peserta terhadap komunikasi pemasaran hanya 35 persen, pemasaran melalui media sosial 50 persen, dan kemampuan mengolah pisang 55 persen. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan: pemahaman komunikasi pemasaran 75 persen, kemampuan pemasaran media sosial 95 persen, dan kemampuan mengolah pisang 90 persen. Seluruh peserta menyatakan puas terhadap kegiatan ini. Temuan ini menunjukkan bahwa pengayaan soft skill efektif dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2025