Permasalahan pengelolaan limbah organik di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tantangan, terutama di wilayah pedesaan seperti Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sejak Maret hingga Juni 2025, tidak adanya aktivitas pengangkutan sampah oleh petugas pengankut sampah yang menyebabkan pelaku UMKM membakar limbah organik, yang berdampak pada pencemaran udara dan gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan solusi alternatif ramah lingkungan melalui metode banana circle teknik kompos alami berbasis tanaman pisang yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan di lingkungan usaha maupun rumah tangga. Metode ini dikenalkan melalui pendekatan edukatif dalam bentuk sosialisasi dan wawancara kepada pelaku UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai bahaya pembakaran sampah dan pentingnya prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) lingkungan. Mayoritas peserta menyatakan metode banana circle mudah diterapkan, efisien secara biaya, serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomis berupa pupuk organik. Dengan demikian, banana circle menjadi solusi strategis dalam pengelolaan limbah organik di sektor UMKM dan mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025