Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang prevalensinya terus meningkat dan sering tidak terdiagnosis, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mendeteksi dini kasus hipertensi melalui edukasi kesehatan dan skrining massal di Desa Wali, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berupa penyuluhan kesehatan, pre-test dan post-test pengetahuan, serta pengukuran tekanan darah oleh tenaga kesehatan. Sebanyak 125 warga berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan sebesar 41 persen poin, dengan nilai gain ternormalisasi (N-gain) sebesar 0,76 dan nilai effect size (Cohen’s d) sebesar 0,965 yang mengindikasikan efektivitas tinggi. Skrining tekanan darah menemukan prevalensi hipertensi sebesar 40%, lebih tinggi dari angka diagnosis resmi. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan underdiagnosis di masyarakat. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa intervensi edukasi dan skrining berbasis komunitas dapat meningkatkan literasi kesehatan serta menjadi dasar perencanaan program keberlanjutan, seperti reaktivasi Posbindu PTM. Model ini efektif menjawab hambatan akses geografis dan minimnya pemeriksaan rutin. Dengan hasil yang diperoleh, kegiatan ini diharapkan menjadi rujukan intervensi serupa di wilayah terpencil lainnya.
Copyrights © 2025