Kesehatan mental merupakan aspek penting yang seringkali kurang mendapat perhatian, terutama di kalangan siswa sekolah. Sosialisasi ini dilakukan di SMA Negeri 26 Kabupaten Maluku Tengah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai berbagai aspek kesehatan mental. Fokus dari kegiatan ini mencakup delapan indikator utama: pengetahuan tentang kesehatan mental, gejala umum gangguan kesehatan mental, cara menangani stres, mengetahui siapa yang harus dihubungi, pentingnya kesehatan mental dibandingkan kesehatan fisik, pengetahuan tentang stigma kesehatan mental, informasi yang didapat di sekolah, dan langkah-langkah menjaga kesehatan mental. Metode pengabdian menggunakan sosialisasi interaktif yang mencakup ceramah, diskusi, dan simulasi. Pre-test dan post-test diterapkan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa dalam setiap indikator. Hasil analisis menunjukkan rerata peserta pada awal sosialisasi hanya 37% peserta yang memahami akan kesehatan mental dan setelah sosialsasi meningkat sebesar 47% menjadi 80% dengan rincian: Pengetahuan tentang kesehatan mental meningkat dari 40% menjadi 85%, dengan peningkatan sebesar 45%. Gejala umum gangguan kesehatan mental meningkat dari 30% menjadi 80%, dengan peningkatan sebesar 50%. Cara menangani stres meningkat dari 50% menjadi 90%, dengan peningkatan sebesar 40%. Mengetahui siapa yang harus dihubungi meningkat dari 20% menjadi 70%, dengan peningkatan sebesar 50%. Pentingnya kesehatan mental dibandingkan kesehatan fisik meningkat dari 60% menjadi 90%, dengan peningkatan sebesar 30%. Pengetahuan tentang stigma kesehatan mental meningkat dari 35% menjadi 75%, dengan peningkatan sebesar 40%. Informasi yang didapat di sekolah meningkat dari 25% menjadi 65%, dengan peningkatan sebesar 40%. Langkah-langkah menjaga kesehatan mental meningkat dari 45% menjadi 85%, dengan peningkatan sebesar 40%. Pengaruh Kesehatan Mental terhadap Prestasi Belajar dan Pengaruh Stres terhadap Proses Belajar masing-masing meningkat dari 30% menjadi 80% dengan peningkatan 50%. Kesimpulan dari sosialisasi ini menunjukkan bahwa sosialisasi sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai kesehatan mental. Hasil ini menegaskan pentingnya penerapan pendidikan kesehatan mental yang berkelanjutan di sekolah untuk mendukung kesejahteraan siswa secara holistik.