Computational Thinking (CT) telah menjadi kompetensi esensial dalam pendidikan abad ke-21, termasuk pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Namun, implementasinya sering terhambat oleh miskonsepsi guru mengenai batasan konseptual antara aktivitas coding dan pengembangan logika berpikir. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat pemahaman dan miskonsepsi guru PAUD terhadap CT menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen Two-Tier Diagnostic Test. Sebanyak 50 guru PAUD di Kota Makassar berpartisipasi sebagai responden. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa miskonsepsi menjadi kategori dominan (55%), disusul pemahaman ilmiah (35%) dan ketidaktahuan konsep (20%). Pada empat domain kunci CT—Definisi CT, Implementasi CT, Algoritma, dan Dekomposisi—terdapat kesenjangan signifikan antara jawaban benar Tier 1 dan alasan benar Tier 2. Temuan mengindikasikan bias digitalisasi yang kuat, di mana guru memaknai CT sebagai aktivitas berbasis teknologi alih-alih proses berpikir kognitif. Pola ini mengonfirmasi bahwa pemahaman guru masih bersifat surface knowledge dan dipengaruhi oleh pengalaman pelatihan yang bersifat teknis. Penelitian ini menegaskan perlunya rekonseptualisasi CT bagi guru PAUD serta pengembangan pelatihan berbasis pendekatan unplugged untuk mengatasi miskonsepsi yang bersifat sistemik.
Copyrights © 2025