Gen Z merupakan generasi yang hidup pada masa yang tidak stabil, penuh dengan tekanan, krisis, kekhawatiran berlebih, sehingga Gen Z membutuhkan sumber harapan dan dukungan bagi hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi narasi harapan dalam lirik lagu Selalu Ada di Nadimu. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Selanjutnya dilakukan identifikasi tanda (sign) dengan metode Roland Barthes. Langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut: 1) membagi lirik lagu “Selalu Ada di Nadimu” berdasarkan struktur lagu, 2) memaknai sesuai dengan unsur makna denotasi, konotasi dan mitos setiap baris lirik, 3) menyusun tabel analisis untuk mendata hasil denotasi, konotasi dan mitos 4) menarik kesimpulan dan membuat laporan hasil penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa narasi harapan terbentuk dalam sebuah kepercayaan dan keyakinan berupa doa yang penuh cinta dan kasih sayang. Narasi harapan terkonstruksi dari makna denotasi tentang kondisi kesulitan dan tantangan hidup; konotasi tentang munculnya perasaan percaya pada diri; dan mitos membentuk identitas kemandirian, keberanian, dan optimisme. Pola ini terbentuk sesuai dengan teori harapan Vroom, harapan membuat adanya dorongan motivasi untuk Gen Z mencapai tujuan. Implementasi penelitian adalah bahwa lagu tersebut memiliki potensi sebagai media support system bagi Gen Z menghadapi kekhawatiran hidup.
Copyrights © 2025