Pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis dan mengoptimalkan Hybrid Business Model (HBM) Secret Garden Village (SGV), Bali, dalam mengintegrasikan Value Proposition edukatif dengan profit komersial, didasarkan pada kerangka Business Model Canvas (BMC). Urgensi kegiatan ini didorong oleh kebutuhan SGV untuk memaksimalkan cross-subsidization dan menjamin keberlanjutan ekonomi destinasi wisata edukatif. Menggunakan metode studi kasus kualitatif-aksi dengan observasi terstruktur, hasil pengabdian menemukan bahwa SGV telah menerapkan HBM yang kuat, menjadikan unit edukasi (Oemah Herborist dan Black Eye Coffee) sebagai Key Activity yang efektif membangun kepercayaan. Namun, teridentifikasi gap pada Channel konversi karena adanya diskoneksi antara pengalaman edukasi dan point of sale ritel. Disimpulkan bahwa optimalisasi HBM dapat dicapai melalui implementasi Tiket Masuk sebagai Cash Voucher Diskon untuk memaksa cross-selling dan penataan ulang POS mikro. Solusi ini secara sinergis meningkatkan efisiensi Revenue Stream dan menguatkan posisi SGV sebagai model corporate sustainability yang sukses di sektor pariwisata.
Copyrights © 2025