Riset menunjukkan bahwa 85% anak di Indonesia menggunakan dan mengalami ketergantungan terhadap smartphone. Ketergantungan terhadap smartphone hingga menyebabkan perasaan cemas ketika berada jauh dan tidak dapat mengakses smartphone merupakan indikasi adanya nomophobia atau no mobile phone phobia. Kesepian dan kontrol diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya nomophobia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prediktor kesepian dan kontrol terhadap nomophobia yang dialami oleh remaja di Indonesia. Sampel penelitian ini adalah 500 remaja yang berusia 12-21 tahun dari berbagai daerah di Indonesia, yang diperoleh menggunakan teknik sampling insidental. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif regresi linear berganda. Instrumen penelitian terdiri dari UCLA (University of California Los Angeles) Loneliness Scale Version 3 (α=0,922), Skala Kontrol Diri (α=0,840), dan Nomophobia Questionnaire (α=0,945). Hasil analisa membuktikan bahwa kesepian dan kontrol diri secara bersama-sama tidak menjadi prediktor terhadap nomophobia. Namun, secara spesifik kesepian menjadi prediktor secara signifikan terhadap nomophobia, sedangkan kontrol diri tidak menjadi prediktor secara signifikan terhadap nomophobia. Temuan ini mengindikasikan perlunya upaya untuk mengurangi rasa kesepian guna meminimalisir terjadinya nomophobia pada remaja.
Copyrights © 2025