Usaha peternakan kambing di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki peran penting dalam mendukung ekonomi keluarga dan ketahanan pangan lokal. Namun, rendahnya ketersediaan pakan berkualitas, khususnya saat musim kemarau, menjadi tantangan utama yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan ternak. Padahal, wilayah ini memiliki potensi hijauan lokal berupa tanaman leguminosa seperti lamtoro dan gamal yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak melalui edukasi teknis dan pelatihan lapangan mengenai budidaya serta pemanfaatan leguminosa sebagai pakan alternatif. Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan kelompok peternak “Tunas Karya II”. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak dan perubahan perilaku dalam pemberian pakan, di mana 76% anggota mulai rutin mencampurkan leguminosa ke dalam ransum harian. Kegiatan ini terbukti efektif menjawab kebutuhan peternak terhadap solusi pakan berkelanjutan dan berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan kondisi serupa.
Copyrights © 2025