Penelitian ini membahas tiga istilah penting dalam Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep informasi, yaitu an-naba’, al-khabar, dan al-ḥadīṡ. Ketiganya memiliki makna dan fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam membangun kerangka literasi informasi Islami. An-naba’ merujuk pada kabar besar yang bersumber dari Allah dan pasti benar, sehingga menjadi dasar otoritatif dalam ajaran Islam. Al-khabar bermakna berita yang dapat benar atau salah, sehingga menuntut sikap kritis dan verifikasi (tabayyun) sebelum diterima atau disebarkan. Adapun al-ḥadīṡ lebih menekankan pada kebaruan informasi, baik berupa wahyu, percakapan, maupun kisah, yang menuntut perhatian dan keseriusan dalam menyikapinya. Relevansi ketiganya di era digital sangat signifikan: an-naba’ mengajarkan pentingnya menjadikan wahyu sebagai sumber kebenaran, al-khabar menuntun umat agar selektif dan kritis terhadap informasi, dan al-ḥadīṡ menegaskan pentingnya aktualitas informasi yang tetap berpijak pada kebenaran. Dengan demikian, integrasi ketiga istilah ini dapat menjadi paradigma literasi digital Islami yang menuntun umat menghadapi banjir informasi secara bijak, kritis, dan berorientasi pada kebenaran ilahiah.
Copyrights © 2025