Keamanan laut merupakan faktor utama dalam menjaga stabilitas dan kelangsungan aktivitas maritim di wilayah Indonesia. Penelitian ini menganalisis data dan laporan keamanan laut dari Information Fusion Centre (IFC) selama lima tahun terakhir (2019–2024) untuk mengidentifikasi tren ancaman maritim seperti perompakan, terorisme laut, penyelundupan, dan aktivitas ilegal lainnya di Laut Indonesia khusunya wilayah Barat. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif berdasarkan model Miles dan Huberman (1994), dengan fokus pada reduksi data, penyajian data naratif dan tabel, serta validasi kesimpulan menggunakan data dan literatur terkait. Selama periode tersebut, jumlah insiden keamanan laut di wilayah ini mencapai rata-rata ribuan kasus per tahun, namun pada kejadian pencurian, prampokan dan pembajakan mengalami peningkatan hingga 19% pada 2024. peristiwa serius seperti pembajakan kapal masih menjadi tantangan signifikan. Faktor politik regional, aktivitas perdagangan, serta dinamika lingkungan turut memengaruhi fluktuasi ancaman. Penelitian ini menegaskan urgensi penguatan tata kelola keamanan laut, peningkatan kapasitas pengawasan, adopsi teknologi modern, dan optimalisasi kerjasama multilateral di Laut Indonesia untuk mendukung pembangunan maritim berkelanjutan.
Copyrights © 2025