Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat Kabupaten Tuban terhadap program transportasi publik “Si Mas Ganteng” (Transportasi Masyarakat Tuban yang Elegan, Aman, Nyaman, dan Terintegrasi) dan implikasinya terhadap citra kepemimpinan Bupati Tuban. Berawal dari layanan bus sekolah gratis, program ini bertransformasi menjadi inisiatif transportasi umum inovatif yang dilengkapi teknologi modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi publik terhadap implementasi program, mengidentifikasi faktor-faktor yang membentuk persepsi tersebut, dan mengevaluasi dampaknya pada citra kepemimpinan daerah. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang divalidasi dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Si Mas Ganteng secara signifikan membentuk persepsi positif, yang pada gilirannya membangun citra Bupati sebagai pemimpin yang inovatif, peduli, dan visioner. Manfaat yang dirasakan masyarakat, seperti efisiensi biaya, keamanan berbasis GPS, dan kenyamanan, menjadi pendorong utama persepsi positif. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya dilema sosial berupa resistensi dari para sopir angkutan konvensional yang merasa terancam secara ekonomi. Secara teoritis, temuan ini memperkaya kajian komunikasi politik lokal dengan mengaitkan teori agenda-setting, framing, dan reputasi kepemimpinan dalam konteks kebijakan publik. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan bahwa inovasi layanan publik harus diimbangi dengan strategi komunikasi partisipatif dan mitigasi dampak sosial untuk menjamin keberlanjutan dan legitimasi kebijakan.
Copyrights © 2025