Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence [AI]) menghadirkan peluang besar bagi peningkatan kualitas pembelajaran, namun keterbatasan literasi digital guru di sekolah menengah menjadi hambatan adopsinya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan guru SMA Negeri 2 Palu dalam pemanfaatan AI untuk pengembangan media ajar, evaluasi berbasis teknologi, dan penerapan etika penggunaannya. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap melalui persiapan, pelatihan berbasis praktik langsung, serta pendampingan daring pasca pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi guru, dengan skor rata-rata pre-test 21,92 (kategori Cukup) meningkat menjadi 31,77 (kategori Sangat Baik), disertai peningkatan kemampuan teknis, pemahaman konseptual, dan kesadaran etis. Sebanyak 84,6% peserta mencapai kategori Sangat Baik pasca pelatihan, mengindikasikan efektivitas model pelatihan terstruktur yang dikombinasikan dengan pendampingan. Guru melaporkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan memanfaatkan empat platform AI, serta strategi mitigasi risiko seperti pencegahan plagiarisme dan pengurangan ketergantungan siswa. Keberhasilan ini diperkuat oleh dukungan kelembagaan sekolah dan pertukaran ide lintas mata pelajaran. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan pendampingan mampu meningkatkan kompetensi guru secara signifikan, dan model ini berpotensi direplikasi di sekolah lain dengan penyesuaian konteks lokal.
Copyrights © 2025