Kerusakan hutan mangrove di Pulau Bangka akibat aktivitas penambangan timah di wilayah pesisir cukup mengkhawatirkan. Hal ini menyebabkan masyarakat pesisir mayoritas mata pencahariannya sebagai nelayan tradisional rentan terhadap bencana ekologi. Sejumlah wilayah di Pulau Bangka berada pada zona konflik pertambangan timah. Sea ranching adalah pelepasan biota ke laut untuk ditangkap setelah mencapai ukuran tertentu. Sea ranching diterapkan ketika rekrutmen alami rendah akibat rusaknya habitat. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah: 1) Mitra belum memiliki keterampilan untuk melakukan sea ranching; dan 2) Mitra belum memiliki pengetahuan terkait sea ranching. Kolaborasi Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Sekolah Menengah tingkat Atas Negeri (SMAN I) Pangkalan Baru melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi antara lain: 1) Membantu mitra merehabilitasi pesisir yang rusak melalui upaya sea ranching dengan tingkat keberhasilan tinggi; dan 2) Mengembalikan fungsi habitat bagi biota perairan khususnya kerang darah sebagai komoditas tangkapan nelayan. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Bertambahnya populasi kerang darah pada kedua desa sasaran melalui kegiatan sea ranching; 2) Peningkatan pendapatan masyarakat desa; dan 3) Peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat untuk melestarikan pesisir sebagai habitat kerang darah melalui sea ranching. Hasil kegiatan, kolaborasi UBBÂ dengan SMAN 1 Pangkalan Baru berhasil melakukan sea ranching kerang darah di Desa Kebintik dan Desa Batu Belubang sebanyak 1.500.000 ekor. Diharapkan, kerang tumbuh dan berkembang biak, dan menjadi alternatif komoditas tangkapan nelayan dimasa mendatang.
Copyrights © 2025