Stunting masih menjadi masalah gizi yang penting di Indonesia, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Sambirejo, Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan data dari Sistem Publikasi Informasi Publik (Februari 2025), prevalensi stunting di Desa Sambirejo mencapai 1,44%, dengan 10 kasus yang teridentifikasi. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader PKK melalui edukasi gizi dan demonstrasi memasak untuk mengatasi stunting. Metode yang digunakan meliputi sesi sosialisasi interaktif tentang gizi seimbang dan praktik memasak langsung menggunakan bahan-bahan yang tersedia secara lokal (misalnya, tahu dan nugget sayuran). Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dan keterlibatan masyarakat, meskipun masih ada tantangan seperti keterbatasan dana, keahlian kader yang berbeda-beda, dan kebiasaan pola makan yang sudah mengakar. Studi ini menyoroti efektivitas pendekatan partisipatif dalam pencegahan stunting dan menggarisbawahi perlunya strategi yang berkelanjutan, termasuk pelatihan rutin, kolaborasi lintas sektor, dan adaptasi budaya. Inisiatif ini menjadi model yang dapat direplikasi bagi masyarakat pedesaan lainnya.
Copyrights © 2025