Kanker serviks merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada wanita di Indonesia. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) merupakan metode skrining sederhana dan efektif, namun cakupan pemeriksaan masih rendah akibat minimnya pengetahuan, adanya stigma, rasa malu, ketakutan, serta kurangnya dukungan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kesiapan wanita usia subur (WUS) untuk melakukan deteksi dini kanker serviks melalui program CANTIK JELITA (Cegah dan Antisipasi Kanker Serviks dengan Jeli dan Tanggap) di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi anatomi, pretest-posttest, dan konseling personal. Sebanyak 24 WUS berpartisipasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai faktor risiko kanker serviks, manfaat IVA, waktu pemeriksaan, serta kesadaran terhadap pencegahan dini. Stigma dan rasa malu dapat dikurangi melalui pendekatan komunikatif dan edukasi yang ramah budaya. Program ini juga meningkatkan motivasi peserta untuk melakukan pemeriksaan IVA. Kesimpulannya, program CANTIK JELITA efektif sebagai model edukasi promotif–preventif yang dapat direplikasi di layanan kesehatan primer.
Copyrights © 2025