Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immunodeficiency Syndromes (AIDS) merupakan masalah kesehatan dunia. World Health Organization (WHO) sebagai sektor kesehatan global telah menetapkan tujuan untuk mengurangi infeksi HIV tahun 2022-2030. Indonesia sendiri berupaya untuk mencapai Ending AIDS pada tahun 2030 sebagai bentuk komitmen bersama negara-negara lain di dunia. Ada beberapa kendala utama dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan antiretroviral (ARV). Salah satunya faktor dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan sosial dengan kepatuhan pegobatan Antiretroviral (ARV) pada pasien HIV-AIDS. Jenis penelitian ini merupakan analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Teknik pengumpulan sampel secara non probability sampling menggunakan metode convenience sampling dengan jumlah sampel 86 responden. Analisis data menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial secara kuantitatif diperoleh 48,8% responden mendapat dukungan sosial tinggi, dan 51,2% mendapat dukungan sosial rendah, sedangkan dukungan sosial secara kualitatif diperoleh 64% responden merasa puas dan 36% merasa tidak puas. Kepatuhan pengobatan diperoleh 46,5% responden memiliki kepatuhan minum obat yang tinggi, dan 53,5% responden memiliki kepatuhan minum obat yang rendah. Jadi, tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial secara kuantitatif dan kualitatif terhadap kepatuhan pengobatan Antiretroviral (ARV) pada pasien HIV-AIDS di Kabupaten Sleman.
Copyrights © 2025