Permasalahan terkait rendahnya prestasi belajar peserta didik sering kali dikaitkan dengan kondisi status gizi yang tidak optimal, terutama akibat asupan makanan yang tidak adekuat pada pagi hari. Sarapan memiliki peran penting dalam menunjang fungsi kognitif, termasuk konsentrasi, daya ingat, serta ketahanan fisik selama proses pembelajaran. Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan intervensi edukatif menggunakan pendekatan quasi-eksperimental (one-group pretest–posttest) dengan dukungan metode partisipatif melalui demonstrasi memasak dan keterlibatan orang tua melalui program “Sarapan Cerdas” yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik sarapan dalam rangka mendukung peningkatan prestasi belajar siswa dikemudian hari. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Media edukasi yang digunakan terdiri atas leaflet sebagai panduan praktis bagi siswa, booklet informatif untuk orang tua, serta demonstrasi memasak menu sarapan bergizi yang aplikatif dan sesuai prinsip gizi seimbang. Evaluasi program dilakukan melalui pretest dan posttest yang menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa secara signifikan, dengan kategori “sangat baik” meningkat dari 68% menjadi 90%. Selain itu, orang tua menunjukkan kemampuan dalam mereplikasi menu sarapan sehat di rumah. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis sekolah yang memanfaatkan media edukatif dan melibatkan peran aktif keluarga memiliki efektivitas dalam membentuk kebiasaan makan sehat, mendukung pencapaian status gizi yang optimal, serta berkontribusi terhadap peningkatan prestasi akademik siswa.
Copyrights © 2025