Penelitian ini didasari oleh masih dominannya pendekatan teoritis dalam pembelajaran IPA, sehingga peserta didik kurang terlibat secara aktif dalam memahami konsep abstrak. Kayangan Api sebagai fenomena geologi dan kearifan lokal di Bojonegoro, menawarkan peluang untuk mengaitkan materi IPA dengan konteks nyata. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan juru kunci dan tokoh masyarakat, observasi lapangan, dokumentasi, serta kajian literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian narasi tematik, dan penarikan kesimpulan berbasis triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kayangan Api memiliki nilai ilmiah dan kearifan yang tinggi. Fenomena api abadi ini merupakan hasil pembakaran gas alam (metana) yang keluar dari rekahan batuan yang relevan untuk menjelaskan konsep perubahan energi, tekanan gas, dan struktur bumi. Selain itu, fenomena Banyu Blukutuk memberikan contoh nyata konsep tekanan gas dan sifat zat, sedangkan Pohon Cinta memperlihatkan fenomena inoskulasi yang dapat dikaitkan dengan biologi tumbuhan. Integrasi kearifan lokal Kayangan Api dalam pembelajaran IPA terbukti dapat meningkatkan relevansi dan makna pembelajaran, serta memperkuat identitas budaya peserta didik.
Copyrights © 2025