Latar Belakang : Fenomena perilaku self-harm pada remaja semakin meningkat dan menjadi perhatian serius di lingkungan sekolah. Self-harm dilakukan sebagai bentuk pelampiasan emosi, respon terhadap stres, dan upaya mengurangi tekanan psikologis. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi psikologis remaja yang melakukan self-harm serta mengetahui efektivitas layanan konseling dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam upaya mengurangi perilaku tersebut. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus terhadap satu orang siswa SMP yang memiliki riwayat self-harm. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru BK dan responden, serta observasi terhadap perilaku dan kondisi emosional siswa. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki latar belakang berupa pengalaman bullying, tekanan keluarga, kesepian, rendah diri, dan ketidakmampuan mengelola emosi. Intervensi CBT yang meliputi restrukturisasi kognitif, manajemen diri, dan teknik relaksasi terbukti membantu siswa mengenali distorsi kognitif, mengelola emosi secara lebih adaptif, serta mengurangi frekuensi perilaku self-harm. Kesimpulan : Temuan ini menunjukkan bahwa layanan BK dengan pendekatan CBT efektif digunakan dalam menangani kasus self-harm pada remaja di sekolah.
Copyrights © 2025