Keberadaan rumah adat tradisional di Desa Pedawa, seperti Mesegali, Sri Dandan, dan Bandung Rangki, terancam oleh modernisasi dan kurangnya pengetahuan generasi muda. Saat ini, hanya Rumah Adat Bandung Rangki yang masih tersisa, sementara survei menunjukkan 85% generasi muda dinilai belum mengenal sejarah warisan budaya ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pengenalan rumah adat tradisional Desa Pedawa berbasis Augmented Reality (AR) untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model Multimedia Development Life Cycle (MDLC) yang mencakup enam tahapan: Concept, Design, Material Collecting, Assembly, Testing, dan Distribution. Metode pengujian melibatkan Uji Blackbox, validasi dari Ahli Isi dan Ahli Media, serta Uji Respons Pengguna menggunakan User Experience Questionnaire (UEQ) terhadap 50 responden. Hasil penelitian adalah sebuah aplikasi bernama "RadepaAR" yang mampu memvisualisasikan ketiga rumah adat dalam bentuk 3D interaktif. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi 100% "Sesuai" pada Uji Blackbox, serta "Sangat Valid" (koefisien 1.00) menurut ahli isi dan ahli media setelah revisi. Kesimpulannya, Uji respons pengguna (UEQ) menunjukkan hasil "Excellent" pada keenam aspek (Attractiveness, Perspicuity, Efficiency, Dependability, Stimulation, Novelty), membuktikan bahwa aplikasi RadepaAR sangat efektif dan diterima dengan baik sebagai media pelestarian budaya inovatif untuk mengenalkan rumah adat Desa Pedawa.
Copyrights © 2025