Kepuasan hidup merupakan penilaian kognitif mengenai seberapa baik dan memuaskan kehidupan yang telah dijalani individu secara keseluruhan. Kepuasan hidup dapat bersumber dari berbagai aspek, salah satunya melalui aktivitas berbelanja yang memberikan kepuasan psikologis berupa perasaan senang dan gembira. Namun, individu yang memperoleh kepuasan psikologis dari berbelanja cenderung meningkatkan frekuensi belanjanya, yang dapat berkembang menjadi shopping addiction. Meskipun penelitian tentang shopping addiction telah banyak dilakukan, pemahaman mengenai kepuasan hidup pada individu dengan kecenderungan adiksi belanja masih terbatas, padahal informasi ini penting untuk pengembangan intervensi psikologis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepuasan hidup pada pelaku shopping addiction di kalangan dewasa muda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 14 orang berusia 18-25 tahun yang berdomisili di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala shopping addiction dan skala kepuasan hidup (Satisfaction With Life Scale/SWLS). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 14 subjek, 6 orang (42,9%) memiliki kepuasan hidup rendah, 4 orang (28,6%) dengan kepuasan hidup sedang, 2 orang (14,3%) dengan kepuasan hidup tinggi, dan 2 orang (14,3%) dengan kepuasan hidup sangat tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas individu dengan shopping addiction memiliki tingkat kepuasan hidup yang rendah hingga sedang, yang dapat menjadi dasar pengembangan program pencegahan dan intervensi perilaku adiktif berbasis peningkatan kepuasan hidup. Life satisfaction is a cognitive evaluation of how well and satisfying an individual's life has been overall. Life satisfaction can stem from various aspects, one of which is through shopping activities that provide psychological satisfaction in the form of pleasure and happiness. However, individuals who derive psychological satisfaction from shopping tend to increase their shopping frequency, which can develop into shopping addiction. Although research on shopping addiction has been extensively conducted, understanding of life satisfaction among individuals with shopping addiction tendencies remains limited, even though this information is crucial for developing appropriate psychological interventions. This study aims to describe the level of life satisfaction among individuals with shopping addiction in young adults. The research employed a descriptive quantitative approach with purposive sampling technique. The research subjects consisted of 14 individuals aged 18-25 years residing in Bukittinggi City, West Sumatra. Data were collected using questionnaires comprising a shopping addiction scale and the Satisfaction With Life Scale (SWLS). Data were analyzed using quantitative descriptive statistics. The results showed that out of 14 subjects, 6 individuals (42.9%) had low life satisfaction, 4 individuals (28.6%) had moderate life satisfaction, 2 individuals (14.3%) had high life satisfaction, and 2 individuals (14.3%) had very high life satisfaction. These findings indicate that the majority of individuals with shopping addiction have low to moderate levels of life satisfaction, which can serve as a basis for developing prevention programs and interventions for addictive behavior based on improving life satisfaction.
Copyrights © 2025