Permasalahan ketimpangan kepadatan penduduk di Indonesia menjadi perhatian pemerintah sejak masa kolonial yang berlanjut sampai pemerintahan era Soeharto. Daerah transmigrasi Sumber Makmur di Lalubi Gane Timur Halmahera Selatan memberikan contoh gambaran kehidupan para transmigran di daerah baru yang mengalami berbagai kesulitan dan hambatan untuk meningkatkan perekonomiannya. Beberapa tahun belakangan, Sumber Makmur dicanangkan sebagai daerah lumbung padi karena berhasil melakukan panen raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan melakukan wawancara dan observasi kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat transmigran Sumber Makmur. Dari wawancara dan observasi ini diperoleh data-data tentang berbagai persoalan yang dialami masyarakat transmigran. Sebagai daerah lumbung padi nyatanya tidak seindah harapan masyarakat transmigran. Hasil panen yang melimpah tidak sepenuhnya terserap ke pasaran dan menumpuk di lumbung penyimpanan rumah masyarakat. Penyebab utama adalah infrastuktur jalan yang rusak parah menjadi kendala pemasaran hasil panen.
Copyrights © 2025