Socrates merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah filsafat Barat karena berhasil mengalihkan fokus filsafat dari spekulasi kosmologis menuju kajian mendalam mengenai manusia, moralitas, dan proses memperoleh pengetahuan. Melalui metode elenchus atau tanya-jawab, ia menegaskan bahwa kebenaran harus dicari melalui dialog kritis, rasionalitas, dan kesadaran diri. Keterkaitan antara pemikiran Socrates dan filsafat modern tampak jelas dalam orientasi yang sama terhadap akal dan sikap kritis terhadap keyakinan yang tidak teruji, sebagaimana terlihat dalam rasionalisme René Descartes. Penelitian ini bertujuan menjelaskan hubungan sistematis antara pemikiran Socrates dan fondasi filsafat modern, khususnya dalam konteks keraguan metodis Descartes dan perkembangan epistemologi modern. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menganalisis berbagai sumber primer dan sekunder terkait pemikiran Socrates dan filsafat modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa keduanya dihubungkan oleh keyakinan bahwa akal merupakan instrumen utama dalam menemukan kebenaran. Relevansi pemikiran Socrates tetap kuat dalam kehidupan kontemporer, terutama dalam menghadapi banjir informasi, polarisasi sosial, dan kecenderungan menerima pendapat tanpa verifikasi. Warisan intelektual Socrates menegaskan bahwa kemajuan pengetahuan dan kehidupan moral yang bijaksana bergantung pada rasionalitas, dialog kritis, serta kejujuran intelektual.
Copyrights © 2025