Banyaknya terjadi konflik di dunia ini menjelaskan bahwa hidup damai memiliki nilai esensial bagi kehidupan manusia. Seorang yang mengetahui nilai esensial tersebut akan memiliki arah dalam mewujudkan hidup damai. Karena tidak mengetahui nilai esensial tersebut, manusia menciptakan perdamaian sesuai nafsunya sendiri, Akibatnya, banyak konflik yang terjadi atas dasar perdamaian. Maka dari itu, kebutuhan informasi mengenai cara hidup damai sangatlah penting, informasi harus dibuat dalam sebuah penelitian. Penelitian ini menjelaskan tentang Konsep Hidup Damai dalam Al-Qur’an dengan menggunakan perbandingan Tafsir Al-Qur’ān Al-’Aẓīm karya Ibnu Kathīr dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Jenis penelitian ini bersifat deskriptis-analitis. Metode pengumpulan data pada penelitian ini berbasis Kepustakaan. Hasil temuan dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa perbedaan penafsiran Ibnu Kathīr dan Buya Hamka tidak terlalu signifikan. Konsep hidup damai perspektif Ibnu Kathīr dan Buya Hamka merupakan pembagian dari asas-asas hidup damai, pembagian itu antara lain: Menebar Salam, Menebar Kebaikan dan Perbaikan, Ukhuwah, Mengimplementasikan Keadilan, Bersatu dan Saling Membantu, Memenuhi Kebutuhan Pokok, dan Memiliki Kekuatan Untuk Menegakkan Keadilan.
Copyrights © 2025