Setiap kata dalam Al-Qur’an memiliki keistimewaan yang perlu digali maknanya, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan. Hal ini menjadi tantangan bagi para mufasir untuk menafsirkan ayat sesuai dinamika zaman dengan teks Al-Qur’an yang bersifat tetap. Kompleksitas persoalan umat melahirkan berbagai metode tafsir, salah satunya Semantik Al-Qur’an Toshihiko Izutsu. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsep kata tabayyun dalam Al-Qur’an dengan metode library research, yaitu memanfaatkan sumber pustaka untuk memperoleh dan mengolah data. Analisis dilakukan menggunakan teori semantik Izutsu yang menghasilkan makna weltanschauung atau rekontruksi makna Al-Qur’an. Tahapannya meliputi penentuan kata fokus, pencarian makna dasar, makna relasional, dan makna kesejarahan hingga terbentuk makna keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan kata tabayyun dan derivasinya muncul 223 kali dalam 121 ayat dari 41 surat. Menurut Ath-Thabari, tabayyun berarti “memeriksa dengan teliti”; Al-Maragi, “mencari kejelasan”; dan Quraish Shihab, “meneliti berita penting”. Secara weltanschauung, tabayyun bermakna meneliti berita besar agar terhindar dari hoaks di era modern.
Copyrights © 2025