Penggunaan antiseptik untuk teat dipping sapi perah setelah pemerahan dapat menjadi strategi yang efektif dalam mencegah kejadian mastitis sub klinis maupun klinis. Hal ini dapat mencegah penurunan kualitas dan produksi susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan mesin AMMO-Tech dalam memproduksi antiseptic ekstrak Daun Kelor dan ekstrak Daun Kemangi sebagai pengganti Povidone Iodine terhadap pH dan produksi susu sapi. Materi penelitian adalah 16 ekor sapi Friesian Holstein, Mesin AMMO-Tech, daun Kelor dan daun Kemangi. Dengan metode eksperimental yang rancangan penelitiannya adalah Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan ada 4 dengan 4 ulangan, Perlakuan Adalah P0: menggunakan Povidone Iodine (kontrol), P1: menggunakan ekstrak daun Kelor 90%, P2: menggunakan ekstrak daun Kemangi 90%, P3: menggunakan ekstrak daun Kelor 45% dan ekstrak daun Kemangi 45%. Variabel yang diukur adalah pH dan produksi susu sebelum dan sesudah perlakuan teat dipping. Data yang didapatkan akan dianalisis dengan ANOVA. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa teat dipping dengan ekstrak daun Kelor dan ekstrak daun Kemangi hasil produksi mesin AMMO-Tech tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pH serta produksi susu sapi PFH. Nilai rataan pH susu segar PFH adalah P0: 6,2 ; P1: 6,2 ; P2: 6,1 ; P3: 6,1. Nilai rataan produksi susu (L) adalah P0: 7,7 ; P1: 9,2 ; P2: 10, P3: 10. Kesimpulan adalah Mesin AMMO-Tech dapat menghasilkan antiseptic dari Daun Kelor dan Daun Kemangi yang potensinya sama dengan antiseptic kimia Povidone Iodine dalam hal nilai pH dan produksi susu. Kata Kunci : antiseptik, AMMO-tech, daun kelor, daun kemangi, teat dipping.
Copyrights © 2025