Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ancaman transformasi digital dan disrupsi digital terhadap keberlangsungan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan resiliensi sebagai variabel moderasi pada UMKM di Kota Bandar Lampung. Transformasi digital yang semakin cepat serta munculnya berbagai bentuk disrupsi teknologi membawa tantangan bagi pelaku UMKM untuk beradaptasi dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang dinamis. Oleh karena itu, resiliensi dipandang sebagai faktor penting yang dapat memperkuat kemampuan UMKM dalam menghadapi tekanan dan ketidakpastian di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara online dan offline kepada pelaku UMKM di Kota Bandar Lampung. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 pelaku usaha yang dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square (SmartPLS) untuk menguji hubungan langsung dan efek moderasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ancaman transformasi digital tidak berpengaruh signifikan terhadap keberlangsungan UMKM, sedangkan disrupsi digital berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keberlangsungan UMKM. Selain itu, resiliensi tidak berperan signifikan sebagai variabel moderasi dalam hubungan antara ancaman digital dan keberlangsungan usaha. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun UMKM memiliki kemampuan bertahan, namun tingkat resiliensi tersebut belum cukup kuat untuk menekan dampak negatif disrupsi digital. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pelaku UMKM untuk memperkuat literasi digital, inovasi, dan ketahanan usaha (resiliensi) agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang cepat. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat mendukung program pendampingan digitalisasi dan penguatan kapasitas adaptif UMKM agar keberlangsungan usaha dapat terjaga secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025