Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan konten video pendek di RRI Pro 1 Sambas. Dalam menghadapi keterbatasan substansial dalam produksi dan ketersediaan konten video pendek, RRI Pro 1 Sambas memerlukan solusi mendesak untuk meningkatkan volume dan kualitas materi publikasi digital mereka. Dalam konteks persaingan media sosial yang dinamis, kemampuan stasiun radio untuk menyesuaikan format kontennya menjadi video pendek merupakan faktor penting dalam mendukung konsistensi publikasi dan perluasan jangkauan audiens muda. Kegiatan ini berfokus pada pendekatan aksi nyata melalui produksi video pendek, sebuah metode yang melibatkan langkah-langkah praktis dalam kreasi dan penyuntingan materi. Analisis menunjukkan bahwa produksi konten video yang saat ini sangat rendah, seringkali belum siap unggah, dan monoton berujung pada penurunan daya tarik di platform seperti Instagram Reels, TikTok, dan YouTube Shorts. Model praktik yang dikembangkan telah diuji oleh 2 ahli dan 20 masyarakat umum untuk menjamin validitas dan relevansi. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model praktik yang relevan dan dapat direplikasi bagi stasiun radio daerah serupa dalam mengatasi kekurangan mendesak pada konten publikasi digital mereka, terutama dalam memanfaatkan format media yang paling efektif untuk menarik demografi audiens muda. Sebagai kesimpulan tambahan, Praktik kerja di RRI Pro 1 Sambas sukses memberikan pemahaman komprehensif tentang siklus produksi konten dan berita RRI, didukung oleh wawasan multimedia. Secara profesional, praktik ini efektif meningkatkan kedisiplinan, inisiatif, dan kemampuan adaptasi peserta dalam menghadapi tantangan penyiaran.
Copyrights © 2025