Komunikasi dalam pernikahan tidak hanya berkaitan dengan pertukaran pesan, tetapi juga cara pasangan memahami emosi, menegosiasikan peran, dan merespons tekanan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Film Milly & Mamet menggambarkan dinamika tersebut melalui situasi yang mempertemukan konflik rumah tangga, ambisi pribadi, dan humor khas pasangan muda. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna komunikasi suami istri dalam film tersebut dengan menggunakan teori semiotika John Fiske, yang menganalisis media melalui tiga level: realitas, representasi, dan ideologi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis deskriptif, melalui pengamatan terhadap adegan yang menampilkan dialog, gestur, ekspresi wajah, serta unsur teknis seperti pengambilan gambar dan penggunaan cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level realitas, komunikasi suami istri tampak melalui percakapan spontan, keluhan rumah tangga, serta reaksi emosional yang mencerminkan keseharian pasangan masa kini. Pada level representasi, teknik kamera, pencahayaan, dan ritme dialog berperan memperkuat suasana konflik maupun kehangatan, sehingga penonton dapat merasakan intensitas hubungan Milly dan Mamet. Pada level ideologi, film menampilkan perubahan nilai dalam keluarga masa kini, terutama mengenai kesetaraan peran, keterlibatan ayah dalam pengasuhan, serta tuntutan bagi pasangan untuk saling mendukung di tengah perbedaan prioritas. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi yang terbuka dan empatik menjadi dasar penting dalam menjaga hubungan, sekaligus menunjukkan bagaimana film populer dapat merefleksikan dinamika sosial yang relevan bagi pasangan masa kini.
Copyrights © 2025