Pelaksanaan proyek bangunan gedung bertingkat menghadapi tantangan besar dalam hal keterpaduan antara perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Permasalahan umum yang sering muncul adalah keterlambatan waktu, pembengkakan biaya, serta penurunan mutu pekerjaan. Untuk mencapai efisiensi dan efektivitas pelaksanaan proyek, diperlukan penerapan sistem manajemen konstruksi yang mampu mengintegrasikan ketiga aspek utama tersebut melalui pendekatan ilmiah dan terstruktur. Dengan pendekatan sistem dan penggunaan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), manajer proyek dapat melakukan pengambilan keputusan yang rasional terhadap berbagai alternatif pelaksanaan proyek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen konstruksi secara terpadu dapat meningkatkan efisiensi hingga 25% pada tahapan pelaksanaan dan mengurangi risiko keterlambatan proyek.
Copyrights © 2025