Pertanian global saat ini menghadapi tekanan yang semakin besar akibat perubahan iklim, kelangkaan air, dan meningkatnya permintaan pangan. Di Indonesia, budidaya cabai menjadi contoh nyata dari tantangan tersebut karena memiliki nilai ekonomi tinggi namun sangat sensitif terhadap fluktuasi kelembapan tanah. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan penyiraman berlebihan atau kekeringan, yang berdampak negatif pada hasil panen dan pendapatan petani. Penelitian ini menghadirkan prototipe Smart Farming inovatif berbasis Internet of Things (IoT) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sistem ini mengintegrasikan sensor kelembapan tanah, mikrokontroler NodeMCU ESP8266, dan pompa otomatis yang terhubung dengan aplikasi seluler, sehingga memungkinkan pemantauan secara real-time dan penerapan irigasi presisi. Dengan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) melalui metode prototyping, solusi ini dirancang untuk meminimalkan pemborosan air, konsumsi energi, dan ketergantungan tenaga kerja, sekaligus menjaga kondisi tanah tetap optimal untuk pertumbuhan tanaman cabai. Selain kontribusi teknis, penelitian ini juga menekankan peran transformatif IoT dalam mendorong pertanian presisi bagi petani kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi digital dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap perubahan iklim, serta mendukung sistem pertanian berkelanjutan di tengah ketidakpastian iklim global.
Copyrights © 2025