Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kebahasaan berupa alih kode (code-switching) dan campur kode (code-mixing) dalam dialog film Yo Wis Ben, yang disutradarai oleh Fajar Nugros dan Bayu Skak. Film ini dipilih sebagai representasi otentik komunikasi masyarakat Malang yang hidup dalam konteks bilingualisme, yakni interaksi antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa dialek Malang. Gejala kebahasaan ini dipandang bukan sekadar penyimpangan linguistik, melainkan strategi komunikasi fungsional yang mencerminkan identitas budaya lokal dan dinamika sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Data dikumpulkan dari dialog dalam film Yo Wis Ben dan dianalisis menggunakan teori sosiolinguistik yang dikemukakan oleh Suwito (1985) dan Nababan (1993). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode terjadi karena berbagai faktor, antara lain situasi, partisipan, topik pembicaraan, dan tujuan komunikasi. Alih kode yang ditemukan berupa alih kode internal dan eksternal, sedangkan campur kode yang ditemukan berupa campur kode ke dalam dan ke luar. Fenomena kebahasaan ini mencerminkan dinamika sosial masyarakat Malang yang bilingual serta menunjukkan fungsi sosial bahasa dalam komunikasi sehari-hari.
Copyrights © 2025