Literasi sains siswa yang terjadi pada saat pembelajaran akan membekali siswa dengan keterampilan untuk memahami konsep ilmiah, mengevaluasi informasi, dan mengambil kesimpulan berdasarkan bukti untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang terjadi dikehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil observasi, siswa masih kesulitan jika dihadapkan dengan soal yang memerlukan analisis dan menyusun argumen ilmiah. Hal ini dikarenakan metode pembelajaran cenderung didominasi oleh ceramah dan pencatatan sehingga mereka cenderung mengulang konsep hafalan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan keterampilan literasi sains dengan kemampuan berpikir ilmiah siswa pada materi ekosistem kelas X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional non-eksperimental yang menggunakan soal tes sebagai instrumen utama pengumpulan data. Teknik analisis data kuantitatif yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk mendeskripsikan data mentah setiap variabel, dan analisis inferensial untuk menguji hipotesis hubungan antar variabel yang dilakukan melalui uji prasyarat yaitu uji normalitas (Shapiro-Wilk) dan linearitas. Uji korelasi yang digunakan adalah korelasi Kendall’s Tau-b karena data yang dimiliki tidak berdistribusi normal. Penelitian ini sampai pada simpulan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterampilan literasi sains dengan kemampuan berpikir ilmiah siswa pada materi ekosistem kelas X dengan tingkat korelasi sedang sebesar 0,454 dan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,005 < 0,05.
Copyrights © 2025