Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam bagaimana kondisi sarana dan prasarana yang tersedia bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD Negeri 15 Nagari Muaro Takung serta bagaimana kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi langsung dan wawancara dengan guru kelas serta kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sekolah telah menerima siswa ABK dan berusaha memberikan layanan pembelajaran yang disesuaikan, fasilitas fisik maupun alat bantu pembelajaran yang mendukung kebutuhan ABK masih sangat terbatas. Proses identifikasi ABK masih bersifat informal, dan guru belum sepenuhnya memperoleh pelatihan terbaru tentang penanganan siswa ABK sehingga pendampingan di kelas masih mengandalkan inisiatif pribadi. Pembelajaran dilakukan dengan penyesuaian tempo, metode, serta penilaian individual, namun keterbatasan pemahaman guru, minimnya fasilitas, dan kurangnya dukungan pemerintah menjadi hambatan utama dari penanganan ABK ini. Oleh karena itu, dibutuhkan pelatihan guru, penyediaan sarana-prasarana inklusif, serta komitmen pemerintah agar pendidikan inklusi dapat terlaksana secara optimal.
Copyrights © 2025