Pendahuluan: Dismenore primer merupakan nyeri haid yang umum dialami wanita usia remaja dan dewasa muda tanpa kelainan anatomis pada organ reproduksi. Kondisi ini sering mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup, termasuk pada mahasiswa kebidanan. Meskipun memiliki pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, sebagian mahasiswa masih bergantung pada penggunaan analgesik untuk mengatasi nyeri haid. Salah satu intervensi penanganan yang efektif, aman, dan mudah dilakukan adalah kompres hangat, yang bekerja dengan meningkatkan sirkulasi darah dan relaksasi otot uterus. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati dalam melakukan kompres hangat sebagai intervensi nonfarmakologis terhadap dismenore primer. Hasil kegiatan Kegiatan dilaksanakan di Universitas Malahayati dengan melibatkan 40 mahasiswa. Peserta mendapatkan edukasi mengenai konsep dismenore primer dan pelatihan praktik kompres hangat. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan (berdasarkan hasil pre-test dan post-test). Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan teknik kompres hangat dengan benar. Umpan balik kualitatif mengindikasikan bahwa kegiatan dianggap bermanfaat, aplikatif, dan relevan dengan bidang kebidanan. Kesimpulan: Kegiatan edukasi dan implementasi kompres hangat ini efektif meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mahasiswa kebidanan dalam penanganan dismenore primer secara nonfarmakologis. Pelatihan ini diharapkan dapat membentuk mahasiswa sebagai agen edukator kesehatan reproduksi yang mampu menerapkan intervensi sederhana dan aman dalam praktik kebidanan. Kata Kunci: Dismenore primer, kompres hangat, intervensi nonfarmakologis
Copyrights © 2025