Perilaku merokok merupakan salah satu faktor risiko yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan seringkali dimulai pada usia remaja. Angka perokok aktif di kalangan remaja mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, jumlah perokok aktif di kalangan remaja usia 10 – 18 tahun mencapai 7,4% dari 70 juta perokok aktif di Indonesia. Pengetahuan tentang rokok dan bahayanya menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan tentang rokok di kalangan remaja. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan penelitian eksperimen one group pre-post test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX.7 di SMP Negeri 19 Kota Bekasi yang berjumlah 35 siswa. Jumlah sampel adalah keseluruhan populasi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan remaja tentang rokok dan bahayanya sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah dan media leaflet dengan p-value > 0.05. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang rokok dan bahayanya sudah cukup baik, oleh karena itu perlu dilakukan intervensi yang berfokus pada perubahan perilaku dan lingkungan serta peningkatan dukungan sosial melalui berbagai program yang melibatkan orang-orang terdekat dan orang tua.
Copyrights © 2025