Kualitas hidup Lansia merupakan salah satu indikator successful aging, yakni ketika Lansia merasakan kesejahteraan dalam hidupnya. Lansia yang hidupnya sejahtera akan merasa nyaman pada dirinya, dapat memecahkan masalah dengan baik, melakukan kegiatan secara mandiri, berinteraksi dengan orang lain secara maksimal, yang akan berdampak pada status kesehatannya. Persentase Lansia yang mengalami keluhan kesehatan di DKI Jakarta berkisar antara 35%-61%, dimana posisi kedua terbesar masalah berada di Kota Jakarta Barat (57,21%) (Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta, 2020). Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada Lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini yaitu Lansia yang berada di Kelurahan Grogol, Jakarta Barat yang berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan kesehatan yang berjumlah 60 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu dukungan sosial dan variabel dependen yaitu kualitas hidup. Penelitian dilakukan pada bulan Februari 2025 dengan pengumpulan data berupa kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji Fisher’s Exact. Berdasarkan penelitian, sebagian besar Lansia di wilayah Kelurahan Grogol, Jakarta Barat mempunyai kualitas hidup yang kurang baik (63,3%) dan mendapatkan dukungan sosial yang baik (75%). Berdasarkan uji statistik Chi-Square, ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pada Lansia.Diperlukan adanya edukasi kesehatan yang berkelajutan pada Lansia dan keluarganya untuk meningkatkan dukungan sosial, yang berdampak pada kualitas hidup Lansia.
Copyrights © 2025