Salah satu perilaku negatif yang sering muncul di kalangan siswa sekolah dasar adalah perilaku disruptif. Gejala perilaku disruptif meliputi perilaku yang berkaitan dengan kegiatan belajar, perilaku yang mengganggu hak belajar siswa, perilaku yang tidak aman secara psikologis dan fisik, serta perilaku yang menyebabkan kerusakan properti di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk memberikan wawasan, khususnya bagi orang tua dan guru, tentang perilaku disruptif dan memahaminya agar orang tua dan guru dapat memperkuatnya dan anak-anak terhindar dari perilaku disruptif. Metode penelitian dalam artikel ini adalah tinjauan pustaka. Artikel ini berisi definisi, penyebab, dan gejala perilaku disruptif. Selain itu, artikel ini memberikan beberapa solusi dan kiat bagi guru dan orang tua tentang cara menangani anak yang berperilaku disruptif. Salah satu strategi untuk menangani perilaku disruptif adalah layanan bimbingan dan konseling berbasis pendekatan perkembangan. Terdapat beberapa bentuk intervensi untuk mengatasi perilaku disruptif yang telah dilakukan oleh praktisi terapi klinis dan perkembangan dengan fokus sasaran yang berbeda-beda, yaitu pada anak, orang tua, dan lingkungan. Intervensi ini diperlukan agar kesempatan untuk memanfaatkan perkembangan anak dapat terwujud dengan baik.
Copyrights © 2022