Isu lingkungan hidup semakin mendapat perhatian dalam berbagai bidang, termasuk dalam dunia sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) representasi alam sebagai subjek hidup, (2) nilai lokal dan ekospiritualitas, serta (3) tanggung jawab dan empati ekologis dalam buku anak Ekosistem di Lereng Gunung Agung karya Ketut Suprajana menggunakan teori ekokritik Buell dan Scott Slovic. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alam direpresentasikan sebagai entitas yang hidup dan memiliki hubungan timbal balik dengan manusia. Alam tidak hanya menjadi latar peristiwa, tetapi hadir sebagai subjek yang aktif dan berperan dalam membentuk kesadaran ekologis tokoh-tokohnya. Nilai lokal dan ekospiritualitas tercermin melalui kearifan masyarakat desa di lereng Gunung Agung yang menjaga keseimbangan alam lewat awig-awig adat dan ritual penghormatan terhadap sumber kehidupan. Sementara itu, tanggung jawab dan empati ekologis tergambar dari tindakan tokoh anak-anak yang belajar memahami pentingnya merawat lingkungan melalui pengalaman langsung bersama alam. Penelitian ini menegaskan bahwa Ekosistem di Lereng Gunung Agung tidak hanya menyampaikan pesan moral tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran ekospiritual yang berakar pada budaya lokal. Dalam konteks pembelajaran anak, karya ini memiliki relevansi penting sebagai bahan ajar sastra yang memadukan aspek kognitif (pengetahuan tentang alam), afektif (rasa cinta dan empati terhadap alam), dan moral (tanggung jawab menjaga lingkungan). Dengan demikian, sastra anak berperan sebagai ruang pembentukan karakter ekologis yang menumbuhkan generasi beretika lingkungan.
Copyrights © 2025