Penelitian ini merupakan studi pendahuluan yang bertujuan memetakan kebutuhan, permasalahan, serta peluang pengembangan media pembelajaran berbasis webtoon untuk mengajarkan sastra Bugis klasik, khususnya I La Galigo, kepada siswa SMA. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara guru Bahasa Indonesia, angket siswa, serta telaah dokumen kurikulum dan materi ajar yang digunakan di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sastra klasik masih menghadapi kendala signifikan, antara lain kompleksitas bahasa, rendahnya minat baca siswa, keterbatasan sumber adaptasi I La Galigo yang relevan bagi peserta didik, serta dominannya metode ceramah dan media konvensional. Data angket juga mengungkapkan bahwa siswa generasi Z memiliki preferensi kuat terhadap media visual digital, termasuk komik daring atau webtoon, karena dianggap lebih mudah dipahami, lebih menarik, dan membantu visualisasi alur serta tokoh dalam teks klasik. Guru pun menyatakan kebutuhan akan media yang mampu menyederhanakan narasi I La Galigo tanpa menghilangkan nilai budaya yang dikandungnya. Temuan ini menegaskan perlunya pengembangan media pembelajaran berbasis webtoon sebagai alternatif modern yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus berkontribusi pada pelestarian sastra Bugis klasik. Studi pendahuluan ini menjadi dasar empiris dan teoretis untuk tahap perancangan media pada penelitian selanjutnya.
Copyrights © 2025