Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi korupsi dan konstruksi hiperrealitas dalam pementasan Sekadar Imajinasi karya Teater Koma melalui perspektif sosiologis dan postmodern. Kajian ini menelusuri bagaimana korupsi, baik secara moral maupun institusional, disimulasikan dalam ruang fiksional serta bagaimana konsep keadilan berubah menjadi ilusi performatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis tekstual dan performatif. Data diperoleh melalui observasi pementasan, dokumentasi, dan analisis naskah. Teknik analisis mengacu pada konsep hiperrealitas Jean Baudrillard dan kritik sastra sosiologis untuk menafsirkan bagaimana korupsi dan keadilan diaestetisasi di atas panggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pementasan ini mentransformasikan korupsi menjadi tontonan simbolik yang mengungkap desensitisasi masyarakat terhadap kemerosotan moral. Adegan ruang sidang berfungsi sebagai metafora bagi masyarakat yang menjadikan kehancuran etika sebagai drama yang didramatisasi dan dikonsumsi sebagai hiburan. Melalui penerapan metateater dan performativitas reflektif, Teater Koma membangun representasi keadilan yang secara emosional meyakinkan tetapi secara sosial hampa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sekadar Imajinasi tidak hanya mengkritik praktik korupsi, tetapi juga menyingkap bagaimana representasi hiperreal menggantikan keterlibatan moral yang autentik dalam budaya kontemporer.
Copyrights © 2025