Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VISUALISASI EMOSI KOLEKTIF DAN PESAN MORAL DALAM FILM HOME SWEET LOAN Yanti, Afri; Fine, Welcy
IMAJI Vol. 16 No. 1 (2025): Identitas dalam Sinema Indonesia
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v16i1.256

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pesan moral yang ada dalam film Home SweetLoan. Film tersebut diangkat berdasarkan dari sebuah novel yang berjudul KaranganAsmira Bastari. Film ini berhasil mendapatkan ulasan baik dan menembus satu jutapenonton dalam 11 hari tayang. Film ini memiliki alur yang sangat kompleks dan terdapatbeberapa pesan moral yang dapat diambil. Penulis naskah film mampu mengelolah emosipemain dan menempatkan pesan moral dengan pengemasan yang sangat unik. Tujuanpenelitian ini untuk mengulik lebih dalam mengenai pesan moral apa yang dapat diambildari film Home Sweet Loan dan memberikan banyak ilmu mengenai apa yang akandipelajari lebih dalam pada penelitian ini. Metode yang digunakan pada film inimenggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis Semiotika Charles SanderPeirce. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya pesan moral yang dapatdianalisis berdasarkan komsep Charles Sander Peirce yang dapat diambil pada film tersebutdiantaranya, pertama kerja keras, persahabatan, dan rendah hati berdasarkan darirepresentamen, object dan interpretant. pesan moral digambarkan melalui dialog dari parapemain. Selanjutnya, object merupakan sesuatu yang direpersentasikan. Dalam penelitianini, object disini terlihat pada gaya bicara, gestur tubuh serta dialog pesan moral yangmuncul sebagai tanda lalu diproses oleh peneliti yang kemudian hasilnya disimpulkanmenggunakan bahasa peneliti.Kata Kunci : Home Sweet Loan, Semiotika, Charles Sander Pierce
Korupsi dan Hiperrealitas: Analisis Sosiologi Sastra terhadap Pementasan Sekadar Imajinasi oleh Teater Koma Fine, Welcy
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 8, No 2 (2025): Volume 8, Number 2 December 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v8i2.7975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi korupsi dan konstruksi hiperrealitas dalam pementasan Sekadar Imajinasi karya Teater Koma melalui perspektif sosiologis dan postmodern. Kajian ini menelusuri bagaimana korupsi, baik secara moral maupun institusional, disimulasikan dalam ruang fiksional serta bagaimana konsep keadilan berubah menjadi ilusi performatif. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada analisis tekstual dan performatif. Data diperoleh melalui observasi pementasan, dokumentasi, dan analisis naskah. Teknik analisis mengacu pada konsep hiperrealitas Jean Baudrillard dan kritik sastra sosiologis untuk menafsirkan bagaimana korupsi dan keadilan diaestetisasi di atas panggung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pementasan ini mentransformasikan korupsi menjadi tontonan simbolik yang mengungkap desensitisasi masyarakat terhadap kemerosotan moral. Adegan ruang sidang berfungsi sebagai metafora bagi masyarakat yang menjadikan kehancuran etika sebagai drama yang didramatisasi dan dikonsumsi sebagai hiburan. Melalui penerapan metateater dan performativitas reflektif, Teater Koma membangun representasi keadilan yang secara emosional meyakinkan tetapi secara sosial hampa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Sekadar Imajinasi tidak hanya mengkritik praktik korupsi, tetapi juga menyingkap bagaimana representasi hiperreal menggantikan keterlibatan moral yang autentik dalam budaya kontemporer.