UMKM merupakan pilar utama perekonomian Bali yang mengandalkan kekuatan budaya lokal dan pariwisata sebagai daya tarik utama. Penurunan jumlah wisatawan akibat pandemi menuntut adanya strategi revitalisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, salah satunya melalui digitalisasi pembayaran. Kajian literatur terdahulu menunjukkan bahwa QRIS mampu meningkatkan efisiensi transaksi dan omzet UMKM, namun masih sedikit penelitian yang mengintegrasikan data transaksi tersebut ke dalam Sistem Informasi Akuntansi (SIA) untuk mendukung pengambilan keputusan strategis dalam konteks budaya Bali. Penelitian ini menggunakan metode systematic literature review (SLR) untuk mengidentifikasi temuan, kesenjangan, dan peluang pengembangan dari studi-studi relevan yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi QRIS dan SIA dapat menghasilkan aliran data keuangan yang akurat, real-time, dan transparan, sehingga mempermudah pelaporan, pengendalian biaya, dan perencanaan bisnis. Integrasi ini juga berpotensi mengoptimalkan daya saing UMKM pariwisata di Bali dengan mempertimbangkan faktor budaya seperti nilai Tri Hita Karana dan struktur sosial banjar yang memengaruhi penerimaan teknologi. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi membutuhkan dukungan infrastruktur, literasi digital, serta kebijakan yang selaras dengan konteks sosial budaya lokal.
Copyrights © 2025