Nyeri pasca operasi fraktur ekstremitas merupakan masalah umum yang dapat menghambat proses pemulihan pasien. Teknik pengelolaan nyeri non-farmakologis seperti Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan terapi napas dalam mulai banyak diterapkan untuk mengurangi intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas SEFT dan kombinasi SEFT dengan terapi napas dalam terhadap penurunan nyeri pada pasien post operasi fraktur ekstremitas di RSUD Karsa Husada Batu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan pendekatan pretest-posttest dengan dua kelompok intervensi. Jumlah sampel sebanyak 32 responden yang dibagi secara purposive ke dalam dua kelompok, masing-masing 16 orang. Pengukuran nyeri dilakukan menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney menunjukkan bahwa baik SEFT maupun kombinasi SEFT dengan terapi napas dalam efektif menurunkan nyeri secara signifikan (p < 0,05). Namun, terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, di mana kombinasi SEFT dan terapi napas dalam menunjukkan penurunan nyeri yang lebih besar dibanding SEFT saja (p < 0,05). Kombinasi SEFT dan terapi napas dalam lebih efektif dan disarankan untuk diterapkan sebagai terapi komplementer dalam manajemen nyeri pasca operasi.
Copyrights © 2025