Studi ini menganalisis efisiensi energi di industri telekomunikasi Indonesia selama periode 2022–2024 dengan mengkaji interaksi antara perluasan infrastruktur, investasi teknologi hijau, dan peningkatan kapasitas jaringan. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan tak terkendali dalam jumlah stasiun pemancar dasar cenderung mengurangi efisiensi energi jika langkah-langkah optimasi tidak diterapkan, terutama di wilayah dengan permintaan lalu lintas yang fluktuatif. Di sisi lain, pengeluaran modal yang dialokasikan untuk teknologi hijau menunjukkan dampak positif yang kuat terhadap kinerja energi, karena sistem berbasis energi terbarukan, peralatan modern, dan konfigurasi manajemen energi otomatis secara signifikan mengurangi konsumsi listrik operasional. Peningkatan kapasitas jaringan juga berkontribusi pada efisiensi operasional dengan mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih efektif, meminimalkan beban peralatan, dan menstabilkan kinerja layanan di berbagai wilayah geografis. Dampak gabungan faktor-faktor ini menyoroti kebutuhan akan modernisasi terstruktur dan perencanaan yang sadar energi di sektor ini. Peningkatan efisiensi energi tidak hanya menurunkan biaya operasional tetapi juga mendukung tujuan transformasi digital nasional melalui infrastruktur telekomunikasi yang lebih tangguh, andal, dan berkelanjutan. Hasil ini menekankan bahwa strategi efisiensi energi sangat penting untuk meningkatkan kinerja operasional jangka panjang di industri telekomunikasi Indonesia.
Copyrights © 2025