Banjir merupakan bencana hidrometeorologis yang sering terjadi dan berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat di Kecamatan Banggae Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bencana banjir berdasarkan data curah hujan serta karakteristik wilayah yang berpengaruh terhadap terjadinya genangan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis hidrologi untuk memperoleh debit banjir rencana, yang kemudian dimodelkan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 2D serta diolah secara spasial menggunakan ArcGIS Pro. Data curah hujan harian maksimum tahun 2005–2024 digunakan sebagai dasar analisis untuk menentukan intensitas hujan dan potensi limpasan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan di Kecamatan Banggae Timur memiliki intensitas yang cukup tinggi, sehingga berkontribusi pada peningkatan risiko banjir. Pemodelan banjir menghasilkan peta potensi banjir yang menunjukkan variasi ketinggian genangan dengan luasan terdampak terbesar berada pada ketinggian < 1 meter, yaitu 313,23 Ha, sedangkan genangan > 6 meter memiliki luasan paling kecil, yaitu 0,03 Ha. Temuan ini menegaskan bahwa kondisi topografi dan pola aliran permukaan berpengaruh signifikan terhadap persebaran genangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan strategi mitigasi dan perencanaan tata ruang wilayah yang lebih adaptif terhadap risiko banjir.
Copyrights © 2025