Konflik kerja dan stress kerja merupakan faktor penting yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan dalam organisasi pada lingkungan rumah sakit seperti RS PKU Muhammadiyah Gamping, karyawan non-medis memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pelayanan kesehatan. Namun, konflik dan stres ditempat kerja sering disebabkan oleh dinamika pekerjaan, beban tugas, perbedaan persepsi, dan tuntutan lingkungan kerja. Kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya produktivitas, efektivitas, dan kualitas kerja karyawan. oleh karena itu, penring untuk memahami sejauh mana konflik kerja dan stres kerja yang mempengaruhi kinerja karyawan serta apakah stres kerja berperan sebagai variabel mediasi. Untuk mengetahui pengaruh konflik kerja karyawan non-medis RS PKU Muhammadiyah Gamping melalui stres kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner online menggunakan google form. Data di analisis menggunakan uji regresi linear sederhana dan uji sobel untuk melihat hubungan langsung dan pengaruh mediasi stres kerja. Uji hipotesis parsial (uji t) menunjukan bahwa konflik kerja terhadap kinerja karyawan berpengaruh positif dan tidak signifikan (P=0,142), serta konflik kerja terhadap stres kerja berpengaruh positif dan signifikan (P <0,05). Sementara itu, stres kerja terhadap kinerja karyawan berpengaruh positif dan tidak signifikan (P=0,065). Uji mediasi menggunakan uji sobel menunjukan bahwa stres kerja tidak mampu memediasi pengaruh konflik kerja terhadap kinerja karyawan (P >0,05). Penelitian ini menemukan bahwa konflik kerja tidak berpengaruh signifikan tehadap kinerja karyawan. namun, berpengaruh signifikan meningkatkan stres kerja. Sementara itu, stres kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja sehingga tidak dapat memediasi hubungan antara konflik kerja dan kinerja. Dengan demikian meskipun konflik dapat menimbulkan stres, kondisi tersebut tidak terbukti menurunkan kinerja karyawan. manajemen RS PKU Muhammadiyah Gamping disarankan untuk mengelola konflik melalui komunikasi yang efektif, perbaikan lingkungan kerja, dan dukungan psikologi bagi karyawan. lingkungan kerja yang harmonis dapat mejaga kenyaman, kestabilan emosi, dan mendukung peningkatan kinerja karyawan.
Copyrights © 2026